Pesan Patrich Wanggai Soal Rasialisme
Rasialisme masih terjadi di dunia, tak terkecuali Indonesia. Belum lama ini, terjadi peristiwa yang menyentil hati karena menyinggung ras, dan menjadi perhatian nasional, bahkan dunia.
Pelaku sepakbola Tanah Air pun tidak ketinggalan mengampanyekan perlawanan terhadap rasialisme. Dari mulai tim-tim Liga 1, hingga pemain yang menyuarakan menentang hal tersebut.
Patrich Wanggai yang berasal dari Papua, juga kecewa kenapa masalah rasialisme masih terjadi di Indonesia. Ia bersama Ferinando Pahabol, yang bermain untuk Kalteng Putra, menentang keras.
“Saya rasa harus saling menghargai, karena kita orang Papua juga sangat menghargai. Ya, saya harap jangan ada hal-hal itu lagi biar tidak memecah belah, kita sama-sama orang Indonesia,” ucapnya.
Pahabol tidak banyak berkata, ia hanya tersenyum dan mengamini ucapan dari Wanggai. “Saya ikut kakak Patrich saja,” singkat dia.
Osvaldo Haay, yang mencetak gol ke gawang Perseru Badak Lampung, Selasa (20/8) malam, di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, memperlihatkan selebrasi emosional dengan membawa kertas bertulisan “Say No To Racism.”
Seluruh tim Liga 1, dan beberapa tim Liga 2, kompak menentang adanya rasialisme. Kampanye tersebut mereka pampang di akun media sosial, sebagai wujud perlawanan terhadap rasialisme.